Back To Home – chapter 3

 

“APA YG KAU LAKUKAN DISINI?”

Baekhyun membalikan badannya dan tercengang

“KAU???”

Irene menatap lawan bicaranya itu dengan heran. Hei, kenapa Baekhyun harus histeris begitu.

“YAK! Irene apa yg kau lakukan disini?”

“wah wah, harusnya aku yg bertanya begitu kepadamu. Ini kan bukan jalan ke rumahmu. Kalau aku sih mau main kerumah Jennie. Wahahaha atau kau mau main kerumah Jennie ya?” jawab Irene sambil menyunggingkan senyum kemenangan.

“aish siapa bilang, a.. a.. aku hanya ingin jalan-jalan saja disekitar sini. “ balas Baekhyun gugup

“wokwokwok, kau kira aku percaya denganmu. Sudahlah ikut saja denganku” irene langsung menarik tangan Baekhyun untuk pergi kerumah Jennie.

“Yak Irene. Apa yg kau lakukan?. Aku mau pulang”

“aish diamlah. Aku hanya ingin mendekatkan kau dengan Jennie. Bukankah kau menyukainya ha?”

Baekhyun terdiam. Sungguh dia kesal. Karena si mulut bebek Chen, semua orang sudah mengetahui hal tersebut. “duh bisa pingsan kalau sebentar ketemu Jennie” batin Baekhyun.

“Rumah Jennie”

Irene menghampiri pintu kemudian menekan bel rumah sambil berteriak.

“Jennie-ah….”

Astaga Baekhyun rasanya ingin tenggelam saja. Sumpah, dia sudah berkeringat dingin, bajunya sudah basah kayak orang abis lari maraton *duhpastisekseh.

“Irene-ssi, tolong lepaskan tanganku. Pleaseeee” baekhyun memohon pada Irene dengan puppy eyes karena tangannya masih saja digenggam irene dengan erat. Kalau tidak pasti Baekhyun sudah lari dari rumah itu.

“aish kau kira aku akan menuruti perkataanmu. Sudahlah ini demi dirimu juga. Aish kemana juga si muka datar itu. Tak biasanya dia lama membukakan pintu “ kata Irene kesal sambil terus memencet bel.

Tanpa mereka sadari, Jennie sudah berada dibelakang mereka. Memandang aneh sambil minum cola yg dia beli di kedai dekat belokan tadi.

“ekhem ekhem” Jennie bersuara untuk menyadarkan dua jailangkung yg ada didepan pintu rumahnya itu.

Irene dan Baekhyun sontak membalikan badan. Berbeda dengan Irene yang sumringah, Baekhyun malah terpesona sekaligus menggigil karena ketakutan melihat Jennie yg sekarang bertatapan denganya. Ralat! Dengan Irene juga.

“apa yg kalian lakukan disini?”

“Jennie-ah, darimana saja kau? Aku dan Baekhyun mau belajar pelajaran Kimia denganmu. Soalnya kami tidak mengerti. Terutama baekhyun, dia ini sangat bodoh dikelas.

“Sialan si Irene! Bukannya membantuku tapi malah menjatuhkan diriku” batin Baekhyun geram

“oh aku tadi dari kedai didekat belokan sana. Aku tak mau mengajar kalian” jawab jennie acuh sambil memasukan kunci untuk membuka pintu rumahnya.

Baekhyun tercengang.

“ayolah Jennie-ah, kasihanilah kami” ucap Irene sambil memelas

“tidak. Hei Irene bukannya kau tadi sudah ku ajarkan dikelas tadi?” balas Jennie sambil mengangkat sebelah alisnya.

“a anu aku sudah lupa. Lagipula Baekhyun juga tidak mengerti. Ya kan Baekhyun?” tanya Irene pada Baekhyun yg masih menutup rapat mulutnya

“a ah itu..”

“bukankah dia berbeda kelas dengan kita? Kenapa tidak belajar dengan teman sekelasnya saja?” kata jennie dengan dinginnya.

“jangan begitu Jennie-ah, dia juga teman kita. Ya kan Baekhyun?”

Baekhyun hanya bisa mengangguk lemah.

“tidak. Dan kau siapa namamu? Pulang sana. Aku tidak menerima pria dirumahku.aaah aku tahu, kau kemari karena kau menyukaiku kan? Dengar ya, AKU TIDAK MENYUKAI MU SEDIKIT PUN, jadi lebih baik kau lupakan saja perasaanmu itu” jennie mengucapkannya dengan tegas.

Baekhyun sungguh sakit hati, mendengar orang yang dia cintai mengatakan hal tersebut.

“jennie-ah jangan seperti itu?” sanggah Irene dengan gugup

“wae? Itu benar kan?”

“Jennie-ssi. Aku memang menyukaimu. Walaupun kau menyuruhku untuk melupakanmu, aku tidak akan bisa berhenti. Dan satu lagi, aku kemari karena ditarik paksa oleh temanmu itu. Permisi” balas Baekhyun ketus sambil membalikan badan.

Sungguh dia kesal pada keadaan. “akan kubuat kau jatuh cinta padaku Jennie-ah. Liat saja” batin Baekhyun.

“Yak! Jennie-ah tega sekali kau. Kasihan dia. Lagi pula memang benar aku yang menariknya kesini.

“terserah” ucap Jennie sambil mengangkat bahunya.

“kau jadi mampir tidak?”

“tentu saja. Kau kira aku mau pulang? Tak tahukah kau aku sudah capek kesini dan pulang secepat ini?”

“aish cerewet. Cepat masuk”

Mereka berdua pun masuk kedalam rumah.

Keeseokan harinya

Hari ini baekhyun beserta klub basketnya sedang melakukan latihan di lapangan basket. Tentu saja banyak siswa terutama para gadis yg menonton mereka. C’mon  man, siapa yg tidak ingin melihat para pemain basket terutama Baekhyun yg sangat tampan itu?

Sekitar 15 menit kemudian, jennie melintas dipinggir lapangan basket itu. Bukan untuk menonton pastinya. Dia sedang membawa tugas teman-teman sekelasnya ke ruang guru. Nsmun tiba tiba….

BRAGH

Bola basket yg entah dari tangan siapa mengenai kepala Jennie dan mengenai kepalanya, membuat Jennie limbung kemudia terjatuh pingsan.

Baekhyun yang melihat hal tersebut sontak kaget. Dia segera menghampiri jennie yg terbaring pingsan.

‘jennie-ah, bangun” kata baekhyun dengan meletakan jennie dipahanya. Dia menepuk nepuk pelan wajah baekhyun, namun tak ada respon. Segera saja dia menggendong jennie ala Bridal Style, tak lupa meneriaki anggota klubnya untuk membawa buku” punya jennie ke ruang guru.

Tentu saja melihat si pangeran tampan baekhyun menggendong jennie membuat para siswa yg menonton latihan basket tadi histeris. Ada yg menganggap itu romantis, ada yg kesal, ada yang mengumpat, dll.

Di ruang kesehatan

Baekhyun mendekatkan minyak aromatherapy kehidung jennie, agar dia segera bangun. Tak lupa baekhyun terus menggenggam tangan jennie. Sungguh dia sangat khawatir terhadap gadi yg dia cintai itu.

“akkh “ jennie terbangun. Dia mengerang karena kepalanya yg sakit

“Jennie-ah, syukurlah kau sudah sadar “ ucap baekhyun lega

Jennie mencoba bangun tapi tak diizinkan baekhyun.

“istirahat saja, kau pasti masih sakit”

Jennie yg kesadarannya perlahan mulai sadar menatap kearah baekhyun. Wajah mereka lumayan dekat. Membuat sesuatu dalam rongga dadanya seperti mulai terbangun. Dia juga merasakan tangan kananya yg digenggam erat oleh seseorang.

Hangat.

Itulah yg jennie rasakan saat ini. Namun bukan jennie namanya jika akan tenggelam dalam suasana romantis itu. Dia mendorong baekhyun menjauh lalu melepas genggaman baekhyun pada tangannya.

Baekhyun hanya tersenyum kecut. Jennie bangun perlahan dari ranjang. Dia kemudia berjalan perlahan keluar ruangan. Baru didepan pintu, dia mendengar baekhyun bersuara.

“jennie-ah, hati-hati. Aku mencintaimu “

Jennie membalikan badannya kemudian melihat baekhyun yg sedang tersenyum padanya, seperti semua dunianya hanya terpaku pada jennie

HUAAA KOK TAMBAH SWEET YAA?? 😀

Hope you like it guys, see u in next chapter

 

 

Back To Home – Chapter 2

PicsArt_08-18-07.13.49

Tittle : Back to Home chapter 2
Author : Azurea00
Length : Chaptered
Genre : School Life – Friendship – Romance – Alternate Universe – Hurt
Rating : PG-16, Teenager
Summary : Ketika cinta yg perlahan mulai kau lepaskan kembali pulang, apa yg akan kau pilih? Membiarkan masuk atau tetap membiarkannya diluar?
Cast : Byun Baekhyun – Jennie and other cast you can find in this story.
Disclaimer : This story is mine, Azurea00. Cerita ini berasal dari kumpulan mimpi terliar saya yang ingin saya curahkan sebelum menumpuk dan terlupakan. Semua cast adalah milik Tuhan,Keluarga, serta agensi masing-masing. Plagiat tidak diizinkan, karena itu lebih kejam daripada menikung teman. Hope you like it.
Author POV
Kelas XI Ipa 4
“Sehun-ah, izinkan aku menyalin tugas kimia mu T.T” rengek seorang namja bernama Baekhyun
“tidak akan. Urus saja cintamu sana”
‘YAK! Jangan keras-keras dong Sehun, tak tahukah kau kalo dikelas ini dinding saja bisa mendengar?” sanggah Baekhyun
“wae? Kau itu namja Byun Baekhyun. Kenapa kau pengecut seperti ini?”
“a a aku tak tahuSehun-ah. Jika aku menyukai orang lain mungkin aku tak akan seperti ini, tapi ini JENNIE KIM! ARGH gadis itu membuatku sinting” cecar Baekhyun sambil menangkupkan kepalanya di meja. Sehun hanya memandanginya dengan ekspresi jijik. Tiba-tiba
“HEY KALIAN. BYUN BAEKHYUN MENYUKAI KIM JENNIE. WOHOOOO BAEKHYUN SUKA JENIIE BAEKHYUN SUKA JENNIE”
Baekhyun dan sehun hanya bisa terperangah kaget. Siapa sangka, seseorang bermulut toa ternyata mendengar pembicaraan mereka. Siapa lagi kalau bukan Chen si pecinta bebek dan gosip.
‘SIALAN KAU CHEN” Teriak baekhyun frustasi.
“wakakakak rasakan. Siapa suruh kau membuka sesi curhat tak melihatsituasi dulu” balas Chen sambil nyengir lalu kembali berteriak tentang perasaan baekhyun kepada Jennie.
“aish. Ku enyahkan sadja kau dari dunia ini Chen!”
“sehun-ah, eotokkhae?” rengek baekhyun pada sehun
Sehun hanya menatapnya datar disertai alis yg diangkat sebelah
“biarkan sajalah. Jangan merengek. Itu salahmu sendiri”
“teganya kau Oh Sehun!” jawab Baekhyun terperangah
“setidaknya biarkan aku menyalin tugasmu, bantulah kawanmu ini Oh Sajangnim”
“tidak akan!”
“cih. Menyebalkan. Kau akan kulempar bersama Chen di lubang buaya”
Siapa yg sangka? Kecepatan penyebaran gosip yg dilakukan oleh Chen akan mengalahkan kecepatan cahaya. Apalagi ini meyangkut Byun Baekhyun, si namja tampan ketua klub basket yg suaranya semerdu bel istirahat, mendamakan hati dari peliknya permasalahan dunia. Kabar itu pun telah sampai ke telinga Jennie yg disampaikan oleh sahabatya yg merangkum jabatan penyebar gosip ke 2 setelah chen, Irene.
Lalu bagaimana pendapat Jennie tentang hal itu? Mari kita lihat.
“aah sudahlah. Apakah kau mengenal Baekhyun? Siswa kelas sebelah yg masuk klub basket itu?” tanya Irene semangat.
Jennie hanya menggelengkan kepalanya, tanpa ada niat mengeluarkan vokalnya sedikit saja. Irene yg melihatnya hanya bisa menatap ngeri.
“astaga. Bagaimana bisa kau tak mengenalnya? Dia itu sangat terkenal di sekolah ini.”
“lalu apa hubungannya denganku?” balas Jennie kesal.
“hubungannya adalah BAEKHYUN MENYUKAIMU”
Jennie hanya menatapnya datar. Seolah info besar yg dikatakan Irene tak mempunyai kesan terhadapnya. Tentu saja Irene tercengang.
“kau tak merasakan apapun Jen?”
“merasakan apa?”
“astaga Jenn. Aku tak mengerti dengan apa yg ada di kepala cantikmu itu”
“ck berlebihan” balas Jennie sambil memasang earphone di telinganya.
Irene yg melihatnya kesal lalu memilih pergi untuk mencari gosip lainnya. See? Jennie bahkan tak memikirkan tentang gosip tersebut. malang nian nasibmu Baekhyun (sini baek, sama dede aja ;v)
Bel pulang telah berbunyi 15 menit yg lalu. Dimana kedua tokoh kita sekarang? Baekhyun dan Jennie berada di halte bus sekarang. Ralat! Hanya Jennie, karna posisi baekhyun sekarang adalah bersembunyi dibelakang kang somay yg biasa nongkrong di dekat halte untuk melanjutkan misinya jadi stalker jennie. Nama kang somaynya Kim Jongin btw 😀
Tidak lama kemudian, bus yg ditunggu tiba. Jennie yg masih tetap memakai earphonenya segera naik dan duduk dikursi dekat jendela. Baekhyun yang melihat jennie sudah berada dalam bus segera naik dengan menutupi mukanya menggunakan topi kang somay aka Jongin yg dia pinjam *lahkok?.
Baekhyun duduk 2 baris dibelakang jennie. Dia terus berpikir bagaimana caranya agar jennie mengenalnya? Bagaimana supaya jennie menganggapnya ada? Apakah dia sudah mengetahui gosip yg disebakan oleh mulut bebek Chen?
Tanpa baekhyun sadari bus yg dia dan jennie tumpangi telah berhenti. Jennie sudah keluar dan merajut langkah ke rumah. Sementara baekhyun? Dia baru sadar ketika bus akan melanjutkan perjalanan.
‘ahjussi berhenti!” teriaknya tergesa-gesa
Baekhyun keluar dari bus lalu mencari objek yg dia ikuti tadi. Dia mengedarkan pandangan lalu di arah kanan, dia melihat jennie telah berjalan cukup jauh darinya. Dia berjalan cepat, agar tak terpisah jauh. Tapi juga berhati-hati agar tak ketahuan yeoja kulkas itu. Saat jennie berhenti untuk mengikat sepatu, baekhyun segera mungkin bersembunyi dibelakang mobil yg diparkir dipinggir jalan.
Saat diakeluar dari persembunyiannya, jennie sudah ada di ujung belokan. Saat baekhyun berlari kesana, tak ada seorangpun yg dilihatnya.
‘kemana yeoja kulkas itu? Cepat sekali berjalannya” gerutu baekhyun kesal
“APA YG KAU LAKUKAN DISINI?”
Baekhyun membalikan badannya dan tercengang
“KAU??”
TBC
Siapakah itu? Author juga gak tau 😀

 

Byun Baekhyun

FB_IMG_15030496057859196

Byun Baekhyun 😍

Mencintainya adalah kebahagiaan luar biasa. Gw pertama kali suka EXO  adalah pas liat Killing partnya dia di mv Lotto 😂 ‘Lipstick chateau wainbit colour’ gila sekseh banget 😲😱💕

Gw gak pernah suka idol sampe kek gini! Pokoknya Baekhyun itu sumber cinta, khayalan dan inspirasi terbesar gw 😘💕👍

Always love u Bae 💖

Ketchup

Azurea

 

 

Back to Home – Chapter 1

PicsArt_08-18-07.13.49

BACK TO HOME

 

Tittle : Back to Home chapter 1
Author : Azurea00
Length : Chaptered
Genre : School Life – Friendship – Romance – Alternate Universe – Hurt
Rating : PG-16, Teenager
Summary : Ketika cinta yg perlahan mulai kau lepaskan kembali pulang, apa yg akan kau pilih? Membiarkan masuk atau tetap membiarkannya diluar?
Cast : Byun Baekhyun – Jennie and other cast you can find in this story.
Disclaimer : This story is mine, Azurea00. Cerita ini berasal dari kumpulan mimpi terliar saya yang ingin saya curahkan sebelum menumpuk dan terlupakan. Semua cast adalah milik Tuhan,Keluarga, serta agensi masing-masing. Plagiat tidak diizinkan, karena itu lebih kejam daripada menikung teman. Hope you like it.
————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–“ Baekhyun POV”
“Aaah sungguh wanita itu! Hanya melihatnya sekilas saja, hatiku sudah tak karuan” batinku sambil mendengus kesal. Tak usah kau tanya apa yg tengah kulakukan diantara semak-semak ini. Setiap hari selama 1 semester ini yg kulakukan setiap pagi adalah mengintip seorang yeoja yang sungguh dapat membuat hatiku melayang menembus atmosfer. Stalker? Ya silahkan saja kalian menamakan aku begitu, karena akupun tak bisa mengelak. Bahkan jika saja aku tak pengecut, aku akan bangga berdiri di hadapan yeoja itu sambil berkata “ Perkenalkan. Aku Byun Baekhyun. Stalker abadimu”. Oh sungguh memikirkannya tindakan itu sudah membuatku ingin kencing dicelana. Apakah kalian pikir aku berlebihan? Cih. Kalian belum melihatnya rupanya. Dia, Jennie Kim. Si cewek datar nan dingin bagaikan kulkas berjalan. Yeoja yang kecantikannya sunggu diluar nalar manusia. Astaga! Bagaimana Tuhan menciptakannya seindah itu? Apakah tuhan sedang mendengarkan lagu Kokobop – Exo saat menciptakannya?. Aish, memikirkannya terus bisa membuatku stres.
“Aaah sial! Kenapa cewek kulkas itu tak tersenyum sebentar saja!”
“Kenapa dia cepat sekali masuk kelas? Aku masih ingin melihatnya!”
“ARRRHGH! Aku bisa sinting lama-lama”
Aku tak bisa berhenti mengomel saat melihatnya masuk kelas. Sungguh aku ingin waktu berhenti saja ketika sedang menguntitnya.
“BAEKHYUN!”
“ASTAGA! YAK OH SEHUN! KENAPA KAU MENGAGETKANKU?! KAU MAU MATI YA”
Sungguh. Mahluk satu ini yg menyamar sebagai sahabatku ini ingin kulemparkan kedalam sungai Han. Bagaiman bisa dia muncul tiba-tiba? Apakah dia Harry Potter sehingga bisa ber-Apparate?
“cih. Kau saja yg tak fokus. Kau sedang apa sih?” balas sehun kesal.
“bu.. bukan urusanmu”
“cih. Kau pikir aku tak tahu apa yg tengah kaulakukan dari pagi disini? Sedang mengamati yeoja itu kan?”
“kalau iya kenapa? Wae? Aku kan sedang mengmati mahluk ciptaan Tuhan yg sangat luar biasa” jawabku sambil kembali pintu kelas Jennie.
“Kau tahu kau sangat menjijikan Byun Baekhyun”
“Terserah padamu! Kau saja yg belum tahu rasanya jatuh cinta!”
PLAKK!
“YAK OH SEHUN” teriakku kesal.
“makan cintamu itu. Kau pikir cintamu itu bisa membuat Pr Kimia-mu selesai?” katanya sambil merajut arah pergi.
“ALAMAK! Aku belum mengerjakan tugas Kimia! Aduh bagaimana ini!” bagai tersambar penting aku tersadar bahwa tugas Kimia dari guru supper kiler bin ajaib dari Kim seongsaenim belum kukerjakan.
“Oh sehun sayang, biarkan aku menyalin tugasmu yaa?” kataku sambil berlari mengikuti Sehun. Aah semoga saja mahluk satu itu mau mengizinkan aku menyalinnya.
“Author POV”
Sejak masuk kelas 10 menit yang lalu gadis itu masih setia menatap kearah jendela. Entah apa yg dipikirkannya. Gadis itu tak tertebak. Raut wajahnya yg datar membuat semua orang tak mengetahui emosinya. Apakah dia sedang senang,sedih,marah, dan lain-lain. Ya. Dia adalah Kim Jennie. Setiap hari dia tak bergabubg bersama teman kelasnya yang lain. Hanya 1 orang teman dekatnya dikelas ini, yaitu
“JENNIE-AH”
Mendengar vokal yang sudah sangat dihafalnya itu, Jennie berbalik. Tapi tak tersenyum. Apakah dia tak bisa tersenyum? Entahlah author pun tak tahu (apaan seh thor -_-). Hanya menunjukan raut muka yg datarnya. Orang yg memanggilnya itu sudah terbiasa dengan raut wajah sahabatnya itu. Dia adalah Irene.
“Jennie apa kau sudah mendengar berita terbaru?” kata Irene semangat
“apa?” balas Jennie datar sambil mengangkat sebelah alisnya
“oh sungguh kau sangat menyebalkan bila melakukan itu”
Jennie kembali menaikan sebelah alisnya, tanda tak mengerti.
“aah sudahlah. Apakah kau mengenal Baekhyun? Siswa kelas sebelah yg masuk klub basket itu?” tanya Irene semangat.
Jennie hanya menggelengkan kepalanya, tanpa ada niat mengeluarkan vokalnya sedikit saja. Irene yg melihatnya hanya bisa menatap ngeri.
“astaga. Bagaimana bisa kau tak mengenalnya? Dia itu sangat terkenal di sekolah ini.”
“lalu apa hubungannya denganku?” balas Jennie kesal.
“hubungannya adalah BAEKHYUN MENYUKAIMU”
TBC.
————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–hai hai, perkenalkan aku author baru. Hope you like it my first fanfiction. Jangan lupa komen yaaaaaa